kampoeng-IT

tempatnya sharing info IT, follow this site you'll be excited. trust me! it's work


English French Spain Italian


Bagi yang berminat tukeran link dengan blog ini bisa klik disini

Exchange link? click here

Tampilkan postingan dengan label Studi Kasus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Studi Kasus. Tampilkan semua postingan
Read More. . .

Tugas :Studi Kasus Peluang Usaha di Bidang IT

Technopreneurship merupakan sebuah istilah wirausaha yang dikhususkan bagi wirausahawan yang bergerak di bidang teknologi informasi. Bill Gates (Microsoft), Steve Jobs (Apple), Sergey Brin & Larry Page (Google), Mark Zuckenberg (Facebook), Jack Dorsey (Twitter), serta Kevin Systorm (Instagram) ialah beberapa contoh wirausahawan yang bergerak di dunia teknologi informasi.


A. Faktor Pendukung dalam Usaha

Tentunya peluang untuk mendirikan usaha di bidang teknologi informasi sangatlah besar di era seperti sekarang ini. Kita bisa membuat produk produk yang belum pernah dibuat sebelumnya dan akan berpengaruh pada perkembangan teknologi dunia. Namun, kita harus mengenal dahulu beberapa faktor utama sebelum memulai usaha di bidang teknologi informasi, antara lain :


  1. Faktor kelayakan pasar.
  2. Faktor kesukaan.
  3. Faktor keahlian atau familiaritas.
  4. Faktor dana.
  5. Faktor bahan baku.
  6. Faktor sumber daya manusia dan teknologi.
  7. Faktor kepribadian.

Selain faktor-faktor yang disebutkan tadi, hal lain yang perlu dipastikan sebelum memulai usaha di bidang teknologi informasi yaitu ide. Ide sangatlah penting di bidang Technopreneurship, karena awal terbentuknya visi usaha & platform produk dimulai dari ide yang inovatif, revolutionary, serta kreatif. Sumber ide untuk memulai usaha di bidang teknologi informasi antara lain seperti :

  • Berdasarkan hobi.
  • Berdasarkan keahlian atau latar belakang pendidikan.
  • Warisan.
  • Membuat inovasi baru.
  • Menyesuaikan dengan kebutuhan sekitar.
  • Memperbarui teknologi yang sudah ada menjadi lebih mudah & bermanfaat.
Untuk memulai suatu usaha tentunya dibutuhkan pengembangan yang berkesinambungan. Ada 4 tahap pengembangan usaha yang bisa diterapkan pada bidang usaha di bidang teknologi informasi, yaitu :

  • Ide Usaha.
  • Kelayakan.
  • Proses Bisnis.
  • Prestasi.
Besar kecilnya peluang untuk mendirikan usaha juga dipengaruhi oleh sumber informasi sebagai referensi. Penting untuk mendapatkan informasi yang up-to-date serta akurat untuk memulai usaha di bidang teknologi informasi. Proses mencari informasi untuk memulai usaha bisa didapat dari beberapa hal seperti :


  • Informasi tentang kepribadian dan kemampuan.
  • Peluang yang dapat diraih.
  • Kebutuhan dan keinginan konsumen.
  • Lingkungan yang dihadapi.
  • Situasi persaingan.
  • Dukungan dan trend kebijakan pemerintah.

Technopreneurship bisa dikatakan sebagai suatu proses pembaruan dunia usaha konvensional yang selama ini terkesan tidak dinamis. Dengan perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi tentunya dunia Technopreneurship akan selalu berinovasi dan berkembang seiring waktu.



B. Penyebab dan Sumber Peluang Usaha

Begitu banyak peluang bekerja di Bidang IT menyebabakan banyak orang berlomba-lomba menjadi seorang yang ahli di bidang IT. Adapun motifasi sekaligus peluang bekerja sebagai seorang wirausahawan di Teknologi Informasi adalah sebagai berikut:




A. Motifasi

   • Dengan bekerja di bidang IT mendapatkan penghasilan yg lebih di bandingkan pekerjaan yg lain
   • Bekerja di Bidang IT misalnya membuat WEb dapat bekerja flesibel terhadap waktu dan tempat
   • Dengan bekerja sebagai konsultan IT, drajat status sosial dapat terangkat di masyarakat.
   • Dengan menguasai IT kita bisa terhindar dari kejahatan Cyber Crimine

B. Peluang
  • Peluang kerja di Bidang IT tidak terbatas sebab hampir semua sektor kehidupan telah menggunakan komputerisasi
  • Masih sedikit orang yg menguasai IT dengan baik
  • Perkembangan Teknologi terus berkembang membutuhkan seseorang yang ahli di Bidang IT.



Sumber-sumber potensial peluang usaha : 1. Menciptakan produk baru dan berbeda 2. Mengamati pintu peluang 3. Analisis produk dan proses produksi secara mendalam 4. Menaksir biaya awal 5. Memperhitungkan risiko yang mungkin terjadi


Proses mencari informasi peluang usaha, yaitu : 1. Informasi tentang kepribadian dan kemampuan dirinya Temukenali diri anda 2. Peluang yang dapat dirai 3. Kebutuhan dan keinginan konsumen 4. Lingkungan yang dihadapi 5. Situasi persaingan 6. Sukungan dan trend kebijakan pemerintah


Sumber ide usaha, yaitu : 1. Berdasarkan hobi 2. Berdasarkan keahlian (latar belakang pendidikan) 3. Merupakan usaha warisan 4. Membuat inovasi baru 5. Menyesuaikan dengan kebutuhan sekitar



Faktor utama sebelum memulai usaha, yaitu : 1. Faktor kelayakan pasar 2. Faktor kesukaan 3. Fakor keahlian dan familiaritas 4. Faktor dana 5. Faktor bahan baku 6. Faktor sumber daya manuasia dan teknologi 7. Faktor  kepribadian



Perkembangan bisnis TI dunia, yaitu :



A. Gelombang Pertanian ð  Peralatan tangan ð  Tenaga binatang ð  Irigasi ð  Tingkat kemakmuran diukur dari luasnya tanah yang dimiliki dan jumlah hasil panen



B. Gelombang Industri ð  Revolusi industri : mesin uap ð  Kemakmuran diukur dari pengusasaan baja, industri, batu bara, dan transportasi ð  Keluarga kaya : Morgan, Bessemer, Astor



C. Gelombang Produksi Massal ð  Produksi masal dan berbasis konsumen ð  Murahnya energi minyak bumi ð  Otomobil, perumahan, retail ð  Keluarga kaya : Ford, Walton



D. Gelombang Baru Bisnis Teknologi ð  Digital age, mainframe computer, microprocessor, prsonal computer ð  Bioteknologi ð  Material baru ð  Nanotechnology





C. Studi Kasus 
Nokia adalah perusahaan asal Finlandia yang sempat menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar di Finlandia dan dunia. Pada tahun 1865, Fredrik Idestam mendirikan perusahaan penggilingan kayu yang bernama Nokia, kata Nokia sendiri diambil dari nama sebuah komunitas yang tinggal di Finlandia Selatan. Kemudian pada sekitar tahun 1950, Nokia mulai membangun divisi elektronik karena Nokia memandang bahwa industri elektronik menjanjikan masa depan yang cerah, pendirian divisi ini adalah awal mula terjunnya Nokia ke dalam industri telekomunikasi. Walaupun pada awalnya Nokia bukanlah perusahaan telekomunikasi, Nokia berhasil menghasilkan produk-produk telekomunikasi yang dapat diterima oleh pasar, mulai dari produk telefon genggam sampai perangkat telekomunikasi lainnya seperti HLR, MSC, BSC, RNC dan lain-lain. Kesuksesan Nokia tidak diperoleh dengan instan, melainkan melalui proses trial & error yang panjang, Nokia melakukan kesalahan dan belajar dari kesalahan-kesalahan mereka sehingga Nokia mampu menghasilkan inovasi-inovasi yang berhasil membuat mereka merajai pasar telefon genggam selama 14 tahun sebelum tahtanya direbut oleh Samsung. Dalam Pada era kejayaannya, Nokia banyak mengeluarkan produk telefon genggam dengan model-model yang baru dalam waktu yang tidak terlalu jauh & langsung diserap dengan baik oleh pasar

Sayangnya era kejayaan Nokia saat ini sudah mulai memudar, sebagaimana ditunjukkan oleh gambar diatas saham Nokia semakin turun, berbeda dengan S&P500, Nasdaq dan Dow Jones. Bila dibandingkan dengan Q2 2011 lalu, market share Nokia pada Q2 2012 ini mengalami penurunan di semua negara. Nokia juga melakukan pengurangan pegawai dan penutupan kantor dan pabriknya termasuk pabrik Nokia yang terletak di Finlandia, jadi saat ini tidak ada lagi produk Nokia yang dibuat di Finland, negara asal Nokia.

MUHAMMAD RESYA ELYASA / 54411935 / 4IA06







Share this

Read More Bro. .

Studi Kasus Pendirian Badan Usaha

  • Nama Badan Usaha Bidang IT
  • PT. Metrodata Electronics, Tbk ("Perseroan") merupakan salah satu perusahaan teknologi informasi komunikasi (TIK) terkemuka di Indonesia. Didirikan pada tanggal 17 Februari 1983 sebagai salah satu Perseroan dalam kelompok usaha METRODATA yang telah berkiprah di bidang TIK sejak tahun 1975. Sejak didirikan, Perseroan sempat mengalami perubahan nama beberapa kali dan terakhir pada tanggal 28 Maret 1991 namanya diubah menjadi PT. Metrodata Electronics, Tbk sampai sekarang.
Pada tanggal 14 Februari 1990, Perseroan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (IDX: MTDL) sebagai salah satu usaha untuk mendapatkan modal kerja dan modal investasi dan juga dalam usaha untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat ikut ambil bagian dalam perkembangan Perseroan.


Saat ini Perseroan bermitra dengan perusahaan TIK kelas dunia, di antaranya Adobe, Alcatel-Lucent, APC, ASUS, Alaric, Autodesk, Avaya, Blue Coat, BMC Software, Check Point, Cisco, Citrix, DELL, EMC, Emerson Network Power, EPSON, F5, FalconStor, Fujitsu, Fortinet, Huawei, Hitachi Data Systems, Hewlett-Packard, IBM, Infor, Infoblox, Juniper, K2, Lenovo, Microsoft, NetApp, Nucleus Software, OrangE, Oracle, Panasonic, Pearson VUE, Prometric, Q1 labs, RSA Security, Riverbed, SAP, Samsung, Salesforce.com, Solarwinds, webMethods, Sony, Symantec, TCS Bancs, Trend Micro, VMware, Vision Solutions, dan ZTE.

Dengan pengalaman lebih dari 38 tahun di bidang TIK, METRODATA selalu menyertai perjalanan bisnis para pelanggannya. Tangan-tangan profesional setiap karyawan METRODATA terus berkarya menghasilkan inovasi untuk menjawab tantangan perubahan zaman.

Sejalan dengan perkembangan bisnis, Perseroan melakukan terobosan melalui usaha patungan maupun pendirian anak usaha. Di tahun 2008, Perseroan mengakuisisi Soltius Asia Pte Ltd, yang merupakan perusahaan konsultan SAP yang sudah mapan. Soltius Asia Pte Ltd adalah pemilik PT. Soltius Indonesia yang kini telah menjadi salah satu entitas anak Perseroan dalam kelompok METRODATA.  

Perseroan juga membeli sebesar 37,21% kepemilikan saham PT. Xerindo Teknologi, sebuah perusahaan dengan keahlian di bidang perencanaan radio, instalasi, pengujian/commisioning, perawatan dan sebagainya.

Pada tanggal 28 Januari 2011, Perseroan mendirikan entitas anak yaitu PT. My Icon Technology yang memiliki bidang usaha utama yaitu Information & Communication Technology Retail (ICT Retail) meliputi modern store, e-commerce danshop in shop dengan menyediakan produk-produk ICT secara ritel dan langsung kepada konsumen selaku pengguna akhir.

Pada tanggal 26 September 2011, Perseroan melakukan pengembangan bisnis melalui usaha patungan dengan Synnex Technology International Corp (Synnex), sebuah perusahaan Taiwan. Synnex merupakan pemain ketiga terbesar di dunia (dan terbesar di Asia) dalam bisnis distribusi produk teknologi informasi komunikasi.

Pada tanggal 4 Januari 2012, Perseroan mendirikan PT. Logicalis Metrodata Indonesia sebagai usaha patungan dengan Logicalis Singapore Pte Ltd. Usaha patungan ini memiliki usaha utama solusi dan jasa yang terintegrasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi khususnya di bidang solusi dan jasa jaringan.

  • Modal Dasar dan Biaya
berikut ini adalah biaya yang diminta untuk medirikan PT oleh jasa pembuatan perusahaan,yakni http://tamasolusi.com/. berikut rincian harganya :


Syarat & Persiapan Pendirian Badan Usaha - PT

  • Langkah pertama yaitu membuat akte resmi perusahaan. Ini di maksudkan untuk memiliki kepastian hukum yang jelas. Akte yang di buat oleh notaris harus mendapatkan persetujuan dari kementrian khusus yang menangani pendirian PT. Untuk isi yang tercantum, pastikan mengenai nama perusahaan, para pemilik modal dan persyaratan utama lainnya mengenai penulisan akte. Dan sebelum mendapatkan pengesahan dari kementrian, masih banyak persyaratan yang akan di berikan seperti tidak mengganggu ketertiban di sekitar perusahaan dan pembatasan modal yang di setor sebesar 25 %.
  • Langkah kedua membuat surat keterangan mengenai domisili perusahaan. Proses ini dilakukan dengan meminta surat pernyataan di kantor kepala desa dan kelurahan juga mendapatkannya dari camat setempat di lingkungan perusahaan berdiri dengan membawa salinan akte perusahaan yang sudah di buat. Berbagai sistem administrasi akan di tanyakan dari mulai perusahaan miliki pribadi atau bukan sampai pemungutan biaya administrasi yang di tentukan pihak terkait.
  • Langkah ketiga mendapatkan NPWP perusahaan. Ini di lakukan dengan meminta ke kantor pelayanan pajak. Syarat administrasi seperti akte dan keterangan domisili sampai SK mentri akan di minta oleh pihak kantor. Pembuatan NPWP ini akan sangat mudah dan cepat di lakukan.
  • Langkah keempat mengurus SIUP dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Adanya SIUP menandakan bahwa perusahaan sudah bisa memulai untuk beroperasi lalu juga dapat bersamaan melakukan proses pembuatan TDP di pemda setempat. Berbagai persyaratan akan di minta, jadi persipakan seluruh berkas dari awal sampai akhir sehingga pembuatan ini akan semakin cepat.

Langkah demi langkah di atas harus di lakukan agar perusahaan yang di buat bisa menggunakan PT dengan sah. Dengan begitu, perusahaan akan aman beroperasi karena sudah di lindungi oleh badan hukum. Selain itu dapat lebih mudah melakukan promosi yang besar-besaran walaupun menjual produk yang masih skala kecil. juga bisa mendapatkan modal dengan mudah yang berasal dari saham dan obligasi jadi tidak perlu sepenuhnya modal ini berasal dari pemiliki jika itu memberatkan. Pemisahan penghasilan bisa di lakukan antara pemilik PT dengan pemberi saham.


Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Industri_Telekomunikasi_Indonesia
http://iatt.kemenperin.go.id/tik/fullpaper/fullpaper237_Muhammad_Rahmad.pdf
http://atsyanteam.blogspot.com/2013/05/makalah-pendirian-badan-usaha.html

Share this

Read More Bro. .
 
Blog Directory & Search engine Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net Computers blogs blog search directory Computers blogs Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Computers blogs